Kembali ke Berita
UMKM

Tren UMKM di Indonesia: Fokus Kuliner, Kerajinan, dan Agribisnis

Tren UMKM di Indonesia semakin melonjak, terutama dalam sektor kuliner, kerajinan, dan agribisnis. Temukan potensi dan langkah praktis untuk pelaku UMKM di bidang ini.

14 Juni 2026 12 kali dibacaOleh Redaksi APE

Tren UMKM di Indonesia yang Sedang Naik Daun

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sektor-sektor seperti kuliner, kerajinan, dan agribisnis menjadi pusat perhatian banyak pelaku usaha. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61% dan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia.

Kuliner: Dari Tradisional ke Modern

Sektor kuliner menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan UMKM. Makanan dan minuman khas Indonesia, baik yang tradisional maupun modern, semakin diminati.

  • Pertumbuhan Pasar: Data dari Statista menunjukkan bahwa pasar makanan dan minuman di Indonesia diperkirakan mencapai $140 miliar pada tahun 2025.
  • Inovasi Produk: Pelaku UMKM kuliner dituntut untuk terus berinovasi, menghadirkan menu baru, serta memanfaatkan platform digital untuk pemasaran.

Kerajinan: Mengedepankan Kearifan Lokal

Sektor kerajinan juga menunjukkan tren positif. Kerajinan tangan yang mengedepankan kearifan lokal sangat diminati baik di dalam maupun luar negeri.

  • Peluang Ekspor: Sektor kerajinan Indonesia berpotensi untuk diekspor, dengan nilai ekspor mencapai $12 miliar pada 2022.
  • Kolaborasi dan Pemasaran: Pelaku UMKM dalam kerajinan perlu membangun kolaborasi dengan desainer atau influencer untuk meningkatkan visibilitas produk.

Agribisnis: Sumber Pangan Berkelanjutan

Agribisnis menjadi salah satu sektor yang tidak kalah penting, terutama terkait ketahanan pangan. Tren permintaan produk organik dan lokal semakin tinggi.

  • Peningkatan Produksi: Pemerintah menargetkan peningkatan produksi pertanian sebesar 20% dalam lima tahun ke depan.
  • Sustainability: Pelaku agribisnis diharapkan dapat menerapkan praktik pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produk dan menjaga lingkungan.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM

Untuk memanfaatkan tren ini, pelaku UMKM di Indonesia, terutama di Sumatera Selatan dan Palembang, dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Menggali Pasar: Kenali dan riset pasar lokal serta nasional agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.
  2. Memanfaatkan Digitalisasi: Gunakan platform media sosial dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar. Pelatihan digital marketing juga sangat dianjurkan.
  3. Berkolaborasi dengan Komunitas: Bergabung dengan komunitas UMKM, seperti Alumni Polsri Entrepreneur (APE), untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan jaringan bisnis.

Kesimpulan

Tren UMKM di Indonesia, terutama di sektor kuliner, kerajinan, dan agribisnis, menawarkan banyak peluang bagi pelaku usaha. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan digitalisasi, pelaku UMKM dapat meraih kesuksesan yang lebih besar.

Mari bergabung dengan komunitas Alumni Polsri Entrepreneur (APE) untuk mendapatkan dukungan dan informasi lebih lanjut tentang pengembangan usaha dan peluang yang ada. Bersama kita wujudkan UMKM yang lebih maju dan berdaya saing tinggi!

Artikel ini disusun otomatis oleh sistem AI redaksi APE berdasarkan tren dan referensi publik. Selalu verifikasi angka & regulasi yang spesifik dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Ingin akses penuh ke ekosistem APE?

Direktori alumni, AI Advisor, peluang bisnis, dan banyak lagi — gratis untuk alumni Polsri terverifikasi.

Daftar Sekarang