Kembali ke Berita
UMKM

Tren UMKM di Indonesia: Kuliner, Kerajinan, dan Agribisnis Naik Daun

UMKM di Indonesia, khususnya di bidang kuliner, kerajinan, dan agribisnis, menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang signifikan. Pelaku UMKM perlu memanfaatkan peluang ini.

23 Mei 2026 7 kali dibacaOleh Redaksi APE

Tren UMKM di Indonesia yang Sedang Naik Daun

Di tengah tantangan ekonomi global, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menunjukkan ketahanan dan potensi yang luar biasa. Tiga sektor yang saat ini sedang naik daun adalah kuliner, kerajinan, dan agribisnis. Dengan pertumbuhan yang pesat, pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan.

1. Sektor Kuliner

Sektor kuliner Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor kuliner terhadap PDB Indonesia pada tahun 2022 mencapai 14%. Beberapa tren yang sedang viral antara lain:

  • Makanan Sehat: Banyak konsumen mulai beralih ke makanan sehat seperti salad, jus detox, dan hidangan organik.
  • Makanan Instan: Produk makanan instan yang berkualitas dan menarik siap saji semakin diminati, terutama di kalangan generasi muda.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM Kuliner: - Inovasi Menu: Selalu berinovasi dengan menambah variasi menu dan memanfaatkan bahan lokal. - Pemasaran Digital: Gunakan media sosial untuk mempromosikan produk dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

2. Sektor Kerajinan

Kerajinan tangan juga mengalami lonjakan minat, terutama produk yang memiliki nilai seni dan budaya lokal. Menurut Kementerian Perindustrian, sektor kerajinan menyumbang 7% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Beberapa tren dalam kerajinan meliputi:

  • Produk Ramah Lingkungan: Permintaan akan produk yang ramah lingkungan semakin meningkat, seperti tas daur ulang dan kerajinan berbahan alami.
  • Kustomisasi: Banyak konsumen yang lebih memilih produk dengan sentuhan pribadi, seperti barang yang bisa disesuaikan dengan preferensi mereka.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM Kerajinan: - Pemasaran di Marketplace: Daftarkan produk di platform online untuk menjangkau pasar yang lebih luas. - Kolaborasi dengan Desainer: Bekerja sama dengan desainer untuk menciptakan produk inovatif yang menarik minat konsumen.

3. Sektor Agribisnis

Agribisnis juga menjadi sektor yang menjanjikan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Sektor ini menyumbang sekitar 10% terhadap PDB. Tren yang sedang berkembang di agribisnis meliputi:

  • Pertanian Berkelanjutan: Pertanian organik dan metode pertanian yang ramah lingkungan semakin menjadi pilihan.
  • Produk Olahan: Permintaan akan produk olahan dari hasil pertanian, seperti selai, keripik, dan makanan siap saji dari bahan lokal, semakin meningkat.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM Agribisnis: - Diversifikasi Produk: Selain menjual produk mentah, pertimbangkan untuk menyediakan produk olahan yang dapat meningkatkan nilai jual. - Teknologi Pertanian: Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian, seperti penggunaan aplikasi untuk memantau kondisi tanaman.

Kesimpulan

Dengan pertumbuhan yang signifikan di sektor kuliner, kerajinan, dan agribisnis, pelaku UMKM di Indonesia memiliki kesempatan emas untuk berkembang. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk alumni Polsri di bidang kewirausahaan, sangat diperlukan untuk mendorong inovasi dan penciptaan peluang baru.

Bergabunglah dengan komunitas Alumni Polsri Entrepreneur (APE) untuk mendapatkan informasi dan dukungan lebih lanjut mengenai pengembangan UMKM. Mari kita bersama-sama membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat di Sumatera Selatan dan Palembang!

Artikel ini disusun otomatis oleh sistem AI redaksi APE berdasarkan tren dan referensi publik. Selalu verifikasi angka & regulasi yang spesifik dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Ingin akses penuh ke ekosistem APE?

Direktori alumni, AI Advisor, peluang bisnis, dan banyak lagi — gratis untuk alumni Polsri terverifikasi.

Daftar Sekarang