Kembali ke Berita
UMKM

Tren UMKM di Indonesia: Kuliner, Kerajinan, dan Agribisnis yang Menggeliat

UMKM di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, terutama di sektor kuliner, kerajinan, dan agribisnis. Pelaku UMKM perlu memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan daya saing.

19 Mei 2026 5 kali dibacaOleh Redaksi APE

Tren UMKM di Indonesia yang Sedang Naik Daun

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 64 juta UMKM yang ada di Indonesia menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Di tengah pandemi, sektor UMKM tetap menunjukkan ketahanannya, bahkan beberapa sektor mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Sektor Kuliner

Sektor kuliner menjadi salah satu yang paling dinamis. Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan yang unik dan sehat, banyak pelaku UMKM yang berinovasi dalam produk mereka. Beberapa tren yang muncul di sektor ini antara lain:

  • Makanan Sehat: Banyak konsumen yang kini lebih memperhatikan pola makan sehat, sehingga muncul produk makanan berbahan dasar alami.
  • Kreativitas dalam Penyajian: Pelaku usaha kuliner berlomba-lomba untuk menyajikan produk mereka dengan cara yang menarik dan instagramable.

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), pertumbuhan usaha kuliner diperkirakan mencapai 20% di tahun 2023.

Sektor Kerajinan

Sektor kerajinan juga menunjukkan pertumbuhan yang baik. Banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan bahan baku lokal dan tradisional untuk menciptakan produk yang memiliki nilai seni tinggi. Tren kerajinan yang sedang populer antara lain:

  • Produk Ramah Lingkungan: Masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan, yang membuat produk berbahan dasar ramah lingkungan semakin diminati.
  • Kerjasama dengan Desainer: Banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan kolaborasi dengan desainer untuk meningkatkan nilai estetika dan fungsionalitas produk mereka.

Menurut data Kementerian Perdagangan, sektor kerajinan menyumbang sekitar 12% dari total ekspor non-migas Indonesia.

Sektor Agribisnis

Agribisnis menjadi sektor yang menjanjikan, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Pelaku UMKM di sektor ini semakin berinovasi dengan produk-produk pertanian yang berkualitas. Beberapa tren yang muncul adalah:

  • Pertanian Berkelanjutan: Banyak petani yang mulai beralih ke metode pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.
  • Diversifikasi Produk: Pelaku agribisnis mulai memproduksi berbagai jenis produk dari bahan baku yang sama, seperti olahan sayur dan buah.

Sektor agribisnis diprediksi tumbuh hingga 15% dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh permintaan domestik yang tinggi.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM

  1. Inovasi Produk: Pelaku UMKM harus terus berinovasi agar produk tetap relevan dengan permintaan pasar.
  2. Pemasaran Digital: Manfaatkan platform digital untuk memasarkan produk, seperti media sosial dan e-commerce.
  3. Kolaborasi: Jalin kerjasama dengan pelaku usaha lainnya untuk memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing.
  4. Pengembangan Kualitas: Selalu tingkatkan kualitas produk dan layanan agar dapat bersaing di pasar yang semakin ketat.

Kesimpulan

Tren UMKM di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif, terutama di sektor kuliner, kerajinan, dan agribisnis. Pelaku UMKM di Sumatera Selatan, khususnya alumni Polsri, memiliki peluang yang besar untuk berkontribusi dalam perekonomian lokal. Mari bergabung dan manfaatkan platform APE untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan informasi berharga untuk kemajuan bersama!

Artikel ini disusun otomatis oleh sistem AI redaksi APE berdasarkan tren dan referensi publik. Selalu verifikasi angka & regulasi yang spesifik dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Ingin akses penuh ke ekosistem APE?

Direktori alumni, AI Advisor, peluang bisnis, dan banyak lagi — gratis untuk alumni Polsri terverifikasi.

Daftar Sekarang