Kembali ke Berita
UMKM

Tren UMKM di Indonesia: Kuliner, Kerajinan, dan Agribisnis yang Naik Daun

Tren UMKM di Indonesia, khususnya di bidang kuliner, kerajinan, dan agribisnis, menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Pelaku UMKM perlu memanfaatkan peluang ini untuk berkembang.

14 Mei 2026 9 kali dibacaOleh Redaksi APE

Tren UMKM di Indonesia yang Sedang Naik Daun

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 60,34% pada tahun 2022. Dari sekian banyak jenis usaha, terdapat tiga sektor yang kini menjadi tren dan menarik perhatian masyarakat, yaitu kuliner, kerajinan, dan agribisnis.

1. Kuliner

Sektor kuliner menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan UMKM di Indonesia. Dengan semakin tingginya permintaan untuk makanan unik dan inovatif, pelaku usaha kuliner kini memiliki peluang besar untuk berkembang.

  • Pertumbuhan Pasar: Laporan dari Euromonitor menunjukkan bahwa pasar makanan dan minuman di Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga 8,5% per tahun.
  • Inovasi Produk: Banyak pelaku UMKM mulai menghadirkan produk makanan yang mengusung tema kesehatan dan keberlanjutan, seperti makanan organik dan makanan vegetarian.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM Kuliner:

  • Diversifikasi Menu: Cobalah untuk menawarkan menu baru yang sesuai dengan tren, seperti makanan sehat atau fusion.
  • Pemanfaatan Media Sosial: Gunakan platform seperti Instagram dan TikTok untuk mempromosikan produk secara visual dan menjangkau audiens yang lebih luas.

2. Kerajinan

Sektor kerajinan juga tidak kalah menjanjikan. Kreasi produk handmade semakin digemari, baik di pasar lokal maupun internasional.

  • Pasar Ekspor: Kementerian Perdagangan mencatat bahwa nilai ekspor produk kerajinan Indonesia mencapai USD 1,5 miliar pada tahun 2021.
  • Kesadaran Konsumen: Masyarakat semakin menghargai produk lokal dan kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika dan budaya.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM Kerajinan:

  • Colaborasi dengan Desainer: Bekerjasama dengan desainer untuk menciptakan produk yang lebih modern dan menarik perhatian pasar.
  • Partisipasi dalam Pameran: Ikuti pameran lokal atau internasional untuk memperluas jaringan dan meningkatkan visibilitas produk.

3. Agribisnis

Sektor agribisnis juga mengalami pertumbuhan pesat, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya produk lokal dan organik.

  • Peningkatan Konsumsi: Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi produk pertanian meningkat 15% selama pandemi.
  • Teknologi Pertanian: Penggunaan teknologi, seperti pertanian hidroponik dan aquaponik, semakin umum di kalangan pelaku UMKM agribisnis.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM Agribisnis:

  • Adopsi Teknologi: Gunakan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi.
  • Jalin Kerja Sama: Berkolaborasi dengan komunitas lokal dan pemerintah untuk mendapatkan dukungan dalam memasarkan produk.

Dalam konteks Sumatera Selatan, khususnya di Palembang, peluang untuk mengembangkan UMKM di sektor-sektor ini sangat besar. Alumni Polsri yang terjun ke dunia wirausaha dapat memanfaatkan jaringan APE untuk berbagi pengalaman, strategi, dan peluang bisnis yang ada.

Ayo bergabung dengan APE! Manfaatkan fitur platform kami untuk mendapatkan informasi terbaru, berbagi pengalaman, dan menjalin koneksi dengan sesama alumni. Bersama kita bisa membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat di Sumatera Selatan.

Artikel ini disusun otomatis oleh sistem AI redaksi APE berdasarkan tren dan referensi publik. Selalu verifikasi angka & regulasi yang spesifik dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Ingin akses penuh ke ekosistem APE?

Direktori alumni, AI Advisor, peluang bisnis, dan banyak lagi — gratis untuk alumni Polsri terverifikasi.

Daftar Sekarang