Kembali ke Berita
UMKM

Tren UMKM di Indonesia yang Sedang Naik Daun: Kuliner, Kerajinan, dan Agribisnis

Tren UMKM di Indonesia semakin bermanfaat, terutama dalam sektor kuliner, kerajinan, dan agribisnis. Pelaku UMKM perlu memanfaatkan peluang ini untuk berkembang.

7 Juni 2026 9 kali dibacaOleh Redaksi APE

Tren UMKM di Indonesia yang Sedang Naik Daun: Kuliner, Kerajinan, dan Agribisnis

Di tengah kemajuan ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sektor-sektor tertentu, seperti kuliner, kerajinan, dan agribisnis, menjadi yang paling menonjol. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai tren ini dan bagaimana para pelaku UMKM bisa memanfaatkannya.

1. Sektor Kuliner

Sektor kuliner tidak pernah sepi peminat. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, pertumbuhan usaha kuliner mencapai 10% per tahun. Beberapa tren yang sedang populer antara lain:

  • Menu Sehat dan Organik: Masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola makan sehat. Pelaku UMKM dapat menawarkan produk makanan sehat, seperti salad, smoothie, atau makanan berbahan organik.
  • Makanan Tradisional: Banyak konsumen yang mencari cita rasa lokal. Oleh karena itu, UMKM kuliner dapat mengangkat masakan tradisional dengan sentuhan modern.

2. Sektor Kerajinan

Sektor kerajinan tangan menjadi salah satu pilihan bagi pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan keahlian artistik mereka. Menurut data Badan Pusat Statistik, sektor kerajinan mengalami pertumbuhan sebesar 15% dalam dua tahun terakhir. Beberapa tren yang menarik perhatian adalah:

  • Produk Ramah Lingkungan: Barang-barang kerajinan yang menggunakan bahan daur ulang atau ramah lingkungan semakin diminati.
  • Personalisasi Produk: Konsumen saat ini lebih suka produk yang dapat disesuaikan dengan preferensi mereka, seperti kerajinan yang dapat dipersonalisasi.

3. Sektor Agribisnis

Agribisnis juga menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan, terutama setelah pandemi. Menurut informasi dari Kementerian Pertanian, kontribusi agribisnis terhadap PDB nasional meningkat hingga 8%. Beberapa tren yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM adalah:

  • Pertanian Berkelanjutan: Dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan, UMKM dapat fokus pada metode pertanian yang lebih ramah lingkungan.
  • Pemasaran Digital: Banyak petani yang mulai menjual produk mereka secara online, memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tindakan Praktis untuk Pelaku UMKM

Untuk memanfaatkan tren ini, para pelaku UMKM perlu mengambil beberapa tindakan praktis:

  • Riset Pasar: Pahami kebutuhan dan preferensi konsumen di daerah Anda.
  • Inovasi Produk: Selalu berusaha untuk menghadirkan produk baru yang relevan dengan tren saat ini.
  • Manfaatkan Teknologi: Gunakan platform digital untuk promosi dan penjualan produk Anda.
  • Jalin Kerja Sama: Bergabunglah dengan komunitas atau asosiasi UMKM untuk saling berbagi informasi dan pengalaman.

Dengan pertumbuhan yang pesat di sektor UMKM, peluang untuk sukses semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, bagi alumni Polsri yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi daerah Sumatera Selatan, terutama di Palembang, jangan ragu untuk terjun ke dunia UMKM.

Bergabunglah dengan APE

Kami mengundang semua alumni Polsri untuk bergabung dan berkontribusi dalam komunitas Alumni Polsri Entrepreneur (APE). Dengan dukungan dan kolaborasi, kita bisa memajukan UMKM dan ekonomi lokal. Daftar sekarang untuk mendapatkan pembaruan dan informasi seputar peluang bisnis dan kerjasama dalam platform APE!

Artikel ini disusun otomatis oleh sistem AI redaksi APE berdasarkan tren dan referensi publik. Selalu verifikasi angka & regulasi yang spesifik dengan sumber resmi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Ingin akses penuh ke ekosistem APE?

Direktori alumni, AI Advisor, peluang bisnis, dan banyak lagi — gratis untuk alumni Polsri terverifikasi.

Daftar Sekarang